Sabtu, 24 November 2018

Hikmah Perjalanan 25 November 2018

Hikmah yang terpikir dalam perjalanan Surabaya-Yogyakarta dan Yogyakarta-Surabaya.


Kau tahu mengapa rumah tidak dizakati?
Setelah dipikirkan.... Alloh SWT memang Maha Mengetahui. Tidak semua aset dalam bentuk rumah diperoleh dari aset pribadi. Bisa jadi seseorang mendapatkan rumah sebagai hadiah. Bayangan jika ia tidak punya harta yang cukup untuk membayar sekian % dari harga rumahnya sementara rumah tidak bisa dijual dengan mudah walaupun rumah itu misalkan memiliki nisab satu tahun. Beda dengan harta-harta yang masuk dalam harta yang wajib dizakati. Sebagai contoh yang paling mudah adalah emas, setelah satu tahun emas bisa dijual sebagian walaupun seseorang itu mendapatkannya sebagai hadiah.

Ah, entahlah tapi setiap ketetapan-Nya pasti mengandung hikmah.

Selain itu tiket yang termasuk "kepagian". Awalnya hanya ingin menyeletuk "mending kepagian dari pada kemalaman" kalau dipikirkan lagi ada makna lain dari kalimat itu. Lebih baik terlalu awal dari pada terlambat, kalau terlalu awal masih bisa menunggu hingga waktunya tiba namun kalau terlambat sudah terlewat hal penting yang bisa didapatkan sebelumnya. Seperti halnya penyesalan selalu berada di akhir dan seperti halnya penyesalan baru ada setelah sesuatu terjadi.

Hikmah lainnya apa?

Tentang titip oleh-oleh. Dulu orang tua pernah bilang (atau siapa ya, pokoknya ada aja), kalau ada yang lagi pergi-pergi nggak usah nitip oleh-oleh atau nitip sesuatu karena nanti bakal ngrepotin. Kadang kalau dipikir mungkin ngrepotinya masih sederhana tapi kalau direnungi bisa jadi panjang.
1. Mulai dari masalah waktu yang mungkin sulit diluangkan oleh orang yang dititipi. Bisa jadi agendanya padat atau waktu dia untuk hal yang diagendakan jadi berkurang buat nyariin barang titipan orang. Bisa juga karena masalah waktu ini bisa membahayakan jadwal transportasi dia kalau naik alat transportasi umum seperti kereta atau pesawat.
2. Lalu masalah kedua adalah nggak mungkin dia beli titipan orang tapi nggak membawa oleh-oleh buat yang lain padahal bisa jadi space dia sudah overload atau mungkin budget dia tidak mencukupi. Budaya ngoleh-olehi memang ada baiknya tapi kadang bisa jadi bumerang juga kan.
3. Masalah ketiga apa ya? Tentu masalah overload barang bawaan. Kalau titipannya kecil sih gampang bawanya, nah kalau agak besar? Bahkan ada temen yang pernah dititipin barang orang-orang sampai mengeluarkan biaya yang besar karena kelebihan bagasi. Belum lagi kesulitan membawa si barang yang begitu besar dan berat.

Yah... Seperti itulah... Intinya kalau orang mau ngoleh-olehin sih alhamdulillah, diterima dengan senang hati, tapi kalau bisa jangan nitip dibeliin sesuatu atau kalau mau nitip mending diajak ngobrol dulu dan dianalisis apakah kondisinya memungkinkan untuk beli barang titipan itu.

Sekian hikmah perjalanan kali ini. Alhamdulillah perjalanan Surabaya-Yogyakarta dan Yogyakarta-Surabaya kali ini penuh hikmah. Ada banyak sih hikmahnya tapi segini aja deh yang ditulisin.

~dalam perjalanan dengan kereta Ranggajati

Tambahan:

Dalam perjalanan Yogyakarta-Surabaya, seorang bapak yang duduk di samping saya dapat telepon mengaku BNI, beliau dijelaskan akan akan ada perubahan tarif yang berlaku mulai jam 24.00 dan jika tidak setuju bisa mengirim sms dengan format tersebut dimana 25112018 adalah tanggal hari ini. Penelpon dengan nada memaksa meminta si bapak mengirim sms ke no tertentu saat itu juga kalau tidak maka dianggap setuju. Setelah itu Bapak tersebut di sms seperti foto ini. Setelah saya cek di web, itu merupakan bentuk perintah tertentu BNI dimana setelah REQ VCN merupakan nominal rupiah, maka nominalnya 25.112.018 Hati-hati.... Salah satu penipuan yang mengatasnamakan BNI.
#penipuanbank #penipuan

Intermezzo

Karena mencarimu begitu berat...

Entah dimana, entah siapa.

Tapi...

Jika waktunya tepat, pasti akan mudah.

Insyaa Alloh.

Karena menunggumu pun tidak begitu mudah...

Entah kapan, entah siapa.

Tapi...

Seperti menaiki kereta yang sudah terjadwal pada waktunya yang akan berhenti dan melanjutkan perjalanan hingga stasiun terakhir yang benar-benar menjadi the final station baginya.

Seperti itulah perjalanan kita.

Perjalanan yang tak pernah kutahu akan berhenti dimana.

Kau tahu rasanya seperti apa?

Bahkan Nabi Adam pun merindukan Hawa dan apalah aku yang hanya seorang manusia biasa.

Selasa, 09 Oktober 2018

Kenapa untuk menikah harus jujur dalam segala hal?

Cerita oleh seorang konselor, ada kejadian seorang wanita yang menikah selama 10 tahun dan akhirnya berpisah. Kenapa? Karena selama 10 tahun itu suaminya hanya terus menyekolahkan dia dan tidak pernah menyentuhnya. Ia berpisah karena ingin memiliki keturunan. Secara pribadi saya berpikir, ada faktor kebutuhan bathin yang juga tidak terpenuhi disana.

Ia menikah lagi dan qodarullah suami keduanya juga memiliki masalah dalam urusan tersebut. Suami yg ini memilih menikahi janda karena ia mengira janda tersebut sudah berpengalaman sehingga janda itu yang akan mengajarinya dalam urusan ranjang. Janda yang masih perawan itu tentu tidak pernah punya pengalaman sehingga layaknya gadis, ia masih malu-malu  dan ada sedikit rasa takut untuk melakukannya pertama kali. Pada akhirnya mereka juga ada di ambang perpisahan dan suami keduanya tidak dapat dihubungi lagi.

Setelah itulah si janda memilih untuk ke konselor untuk mengonsultasikan masalah pernikahannya.

Walaupun masalah ranjang adalah hal yang dianggap tabu, tetapi hal ini merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan rumah tangga. Hal ini pula yang mempengaruhi permasalahan untuk memiliki keturunan yang menjadi salah satu tujuan berumah tangga.

Cerita kedua adalah seorang wanita yang menikah entah sekian lama. Ia dikaruniai seorang anak. Pada akhirnya ia mengetahui bahwa suaminya memiliki pacar laki-laki. Suaminya menyukai wanita dan laki-laki. Mereka memakai baju dalam kembaran dan lain sebagainya. Wanita itu bertahan karena anaknya.

Cerita ketiga tentang seorang wanita yang pada malam pertama, suaminya masuk ke dalam kamar adik si wanita, adiknya adalah laki-laki. Seminggu kemudian, mereka bercerai.

Cerita keempat tentang seorang laki-laki yang menikah dengan seorang wanita namun si wanita selalu menghindar ketika berada di kamar. Ia selalu memakai helm untuk menutupi kepalanya. Pada akhirnya, mereka bercerai.

Manusia diciptakan dengan berbagai kondisi, bahkan masalah ketertarikan seksual pun ada berbagai kondisi. Sebagai hamba-Nya tentu langkah terbaik adalah menyikapi tanpa melanggar aturan-Nya. Laki-laki yang aseks tentu bisa mencari wanita yang aseks pula sehingga mereka bisa menjadikan tujuan menikah hanya untuk beribadah kepada-Nya walaupun ada kemungkinan tidak memiliki keturunan. Secara pribadi saya menganggap itu lebih baik karena mereka bisa mendzolimi pasangan jika memilih menikah dengan yang heteroseks. Lebih baik lagi jika mereka berusaha mengobatinya terlebih dahulu jika ingin menikah dengan yang heteroseks. Begitu pula yang biseks maupun homoseks. Tentu mereka juga tidak menginginkan hal itu terjadi dan itu adalah ujian bagi mereka.

Wallahu a'lam.

Sidoarjo, 10 Oktober 2018