Sabtu, 12 Januari 2019

Bumi Indonesiaku Menangis

Bumi Indonesiaku Menangis

Bumi Indonesiaku melihat anak-anaknya sibuk dengan gadget mereka.
Bumi Indonesiaku melihat anak-anaknya sibuk menggandeng pacar dari pada bukunya.

Bumi Indonesiaku terpana, gadget telah menjadi sahabat manusia.
Bumi Indonesiaku terkesima, anak SMP sudah jadi orang tua.

Bumi Indonesiaku melihat pemimpin-pemimpinnya ribut karena harta.
Bumi Indonesiaku melihat pemimpin-pemimpinnya ribut karena tahta.

Bumi Indonesiaku hanya diam, sudah biasa, itu kata rakyatnya.
Bumi Indonesiaku menyimpan tanya, rakyatnya berkata, itu urusan mereka.

Mengapa begini? Mengapa begitu? Tanya Bumi Indonesiaku,
Kata rakyatnya, kami hanya "wong cilik", yang tak paham akan hal itu,
Wong cilik, yang masih memikirkan cara agar dapur mengepul,
Wong cilik, yang masih memikirkan cara agar anak-anak tersenyum.


Bumi Indonesiaku rasanya semakin renta, dengan hutan yang gundul dan polusi udara.
Bumi Indonesiaku rasanya semakin merana, karena alamnya dan juga manusianya.

Sleman, 8 Oktober 2017

Sebuah puisi lama oleh Devi Ayu Mustikoweni

Selasa, 01 Januari 2019

Masjid Al Akbar Surabaya

Jadi ceritanya pengen banget ke masjid ini. Pada akhirnya berhasil keliling masjid dan menemukan menara masjid yang bisa dinaiki via lift dengan membayar infaq sebesar Rp7000,- (1 Januari 2019). Dapat beberapa foto dari atas menara. Thanks so much buat Mbak Atici yang sudah menemani.

All photos were taken by Devi
 Masjid Al Akbar
 Devi dan kubah masjid
 Masjid dan Jalan Tol Mojokerto
 Jalan Tol
 Jalan Tol (lagi)
Menara Masjid

Rabu, 28 November 2018

Wanita

Ah... Wanita...

Hatinya begitu lembut...
Hatinya begitu rapuh...

Ah... Wanita...

Memang suka dimanja...
Memang suka diperlakukan berbeda...
Dihargai dan dihormati...
Diperlakukan layaknya seorang putri...

Ah... Wanita...

Wanita yang pernah begitu terluka
Hatinya tetap saja menjadi hati seorang wanita
Walaupun ia akan tetap waspada

Ah... Wanita...

Ia membuka hatinya hanya untuk dia
Dia yang datang pada orang tuanya

Karena...

Baginya semua laki-laki sama saja
Baginya semua laki-laki tidak berbeda

Hanya ia yang datang padanya dengan keyakinan yang nyata
Keyakinan untuk membuktikan kepada orang tuanya

Hanya ia yang membuktikan padanya
Bahwa ia satu-satunya lelaki yang berbeda
Lelaki yang akan selalu menjadikannya istimewa