Sabtu, 07 April 2018

Akuntansi Internasional

Devi Ayu Mustikoweni     13/347648/EK/19419
Teori Akuntansi
Bab 10: Akuntansi Internasional
Fenomena yang melatar belakangi:
· Perdagangan dan investasi global (mendunia)
· Pertumbuhan perdagangan dan investasi global
· FDI raksasaà FDI atau Foreign Direct Investment adalah investasi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan atau entitas yang berada di suatu negara ke perusahaan atau entitas di negara lain (google.co.id)
· Pendanaan yang cross-border
· surat berharga ekuitas perusahaan asing listing untuk trading/diperdagangkan pada pertukaran domestik/domestic exchange
· merger perusahaan-perusahaan multinasional yang melewati batas (negara/wilayah)/ cross-border
Peningkatan transaksi bisnis yang menglobal/mendunia telah:
· menguji sistem pelaporan keuangan yang telah ada
· menantang sistem tersebut untuk menerjemahkan aktivitas ekonomi menjadi pelaporan keuangan yang dapat dipahami

Perbedaan Akuntansi Nasional
· Dua model umum dalam pelaporan keuangan:
o Model Anglo-American
§ Kehadiran profesi akuntansi yang kuat.
§ Membatasi peran pemerintah.
§ Pentingnya pasar surat berharga/sekuritas untuk meningkatkan modal.
§ Memperluas kebenaran dan keadilan pandangan laporan keuangan yang telah diaudit dan memperluas substansi ekonomi diatas bentuk legal.
o Model continental
§ Profesi akuntansi relative lemah.
§ Peran pemerintah yang kuat dalam mempengaruhi regulai akuntansi dan perusahaan.
§ Kedudukan khusus dan utama untuk pengaruh pajak pada akuntansi.
§ Pentingnya pendanaan dengan utang melalui bank dibandingkan meningkatkan ekuitas pada pasar modal.
§ Perlindungan kreditur pada pelaporan laporan keuangan dari pada untuk kebutuhan investor dan luasnya dampak legal dari akuntansi daripada substansi ekonomi.

Model Anglo-American
· United Kingdom/Inggris
o Profesi akuntansi sejak pertengahan abad 19.
o Pengaruh kuat dari banyak undang-undang perusahaan yang menekankan pengungkapan sejak 1844. Pada 1981 undang-undang perusahaaan sebelumnya semakin kuat.
o Tidak ada badan di Inggris yang sepadan dengan SEC di Amerika.
o Organisasi besar/utama dari profesi akuntansi yang sudah ada:
§ Institute of chartered accountants in England and Whales,
§ Institute of chartered accountants of Scotland,
§ Institute of chartered accountants in Ireland,
§ Association of Certified Accountants,
§ Institute of Cost and Management Accountants,
§ Chartered institute of public finance and accountancy
o Tidak ada badan penyusun standar sebelum 1970. ASSC (Accounting Standard Steering Committee diubah menjadi ASC (Accounting Standard Committee) yang setara dengan APB. Pada 1990 ASC digantikan oleh ASB yang setara dengan FASB.
o Penyusunan standar di Inggris mempengaruhi negara-negara persemakmuran (commonwealth)
o Selanjutnya, ada dampak yang kuat dari European Union (EU)
· US
o Profesi akuntan tidak setua di Inggris
o Penyusun standar dinyalakan dari jejak peraturan yang terpusat pada sektor privat.
o Pendekatan persekutuan antara pemerintah dan sector privat antara SEC dan FASB dan pendahulunya.
· Kanada
o Sebenarnya menggunakan arahan dari Inggris namun pada akhirnya seiring berjalannya waktu malah lebih dipengaruhi oleh Pendekatan US. Dapat dicatat dari Perjanjian Ontario (1966) yang memberikan Komisi Surat Berharga Ontario memiliki kekuatan lebih dari Toronto SX.
o CICA (The Canadian Institute of Chartered Accountants, 1940) merupakan penyusun standar pertama. Pada 1973 ASC dan ARC (Accounting Research Committee), dibawah CICA, dibentuk. ARC mempengaruhi organisasi lain menjadi lebih seperti struktur institusi standar akuntansi US.
· Australia
o Bertumpu pada Undang-undang perusahaan Inggris, namun beberapa negara bagian juga memiliki undang-undang perusahaan sendiri. Memperluas pengungkapan, bukan aturan pengukuran dan tidak selalu dalam kesepakatan antar satu dengan yang lain.
o Kesepakatan didapatkan pada 1987 dengan adanya undang-undang perusahaan federal yang dapat diterapkan pada wilayah kekuasaan Australia. Masing-masing negara bagian kemudian menggunakan UU perusahaan federal. Sudut pandang kebenaran dan keadilan dibutuhkan dengan adanya UU ini namun menjadi kurang pnting pada 1991 ketika outlook yang lebih legal diadopsi.
o Dua organisasi professional: ICAA (Institute of Chartered Accountants In Australia) dan ASA (Australian Society of Accountants). Keduanya mengeluarkan Standar akuntansi secara independen sampai 1966. Pada 1966, keduanya mendirikan AARF (Australian Accountancy Research Foundation) sebagai badan pengaturan standar yang baru.
o Pada 1984, pemerintah membentuk ASRB (Accounting Standard Review Board) sebagai penyusun standar akuntansi lain. Pada 1988 keduanya digabungkan dan diganti naman pada 1991 menjadi AASB (Australian accounting Standards Boards)
· ASEAN
o Diklasifikasikan dalam Anglo-American karena sangat dipengaruhi oleh US, UK, dan IASB.
o Negara yang pernah dijajah Prancis tidak sesuai dengan klasifikasi ini.
o Profesi akuntansi umum di Filipina, Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Brunei lebih ahli, lanjutan (advance) dibandingkan Myanmar, Vietnam, Kamboja, Laos yang merupakan negara bekas jajahan Prancis.
o Usaha harmonisasi regional sudah dibuat:
§ Singapura dan Filipina sudah full mengadopsi,
§ Indoneesia dan Malaysia berkomitmen untuk 2012,
§ Thailand berkomitmen untuk 2013,
§ Brunei dan Vietnam berkomitmen namun tidak ada penentuan tahun,
§ Kamboja, laos, Myanmar tidak menunjukkan keinginan.
o Piagam ASEAN merupakan komitmen negara ASEAN mewujudkan satu komunitas ekonomi, satu komunitas keamanan, satu komunitas social budaya untuk mewujudkan proses harmonisasi.
· Belanda
o Diklasifikasikan karena hukum perusahaan dan profesi akuntansi memainkan peran penting.
o Pengaruh akademi belanda untuk pelaporan keuangan sangat signifikan.
o Pihak yang awal/menjadi garda depan dari pelaporan nilai wajar.
· New Zealand
o 1951 NZSA mulai mengeluarkan standar akuntansi.
o 1961 membentuk badan penelitian yang mengeluarkan pernyataan praktik standar akuntansi.
o 1991 NZSA dan NZSX dan komisi surat berharga merekomendasikan badan khusus setara FASB yaitu NZASB.
o Akan ada pengembangan kombinasi struktur penyusun standar akuntansi antara Australia dan New Zealand.
Model Kontinental
· Prancis
o Rencana umum yang diperhitungkan:,digambarkan 1947, direvisi 1957 dua kali, 1982, diperluas 1986, berisi:
§ A national uniform chart of accounts.
§ Penjelasan aturan teknis.
§ Penjelasan akun yang didebit dan dikredit.
· Jerman
o Penyusun standar dan GAAP tidak ada.
o Berfokus pada fungsi audit.
o 1965 bergeser ke model Anglo-American, dengan sinyal:
§ Mengadopsi EU 4 dan 7 secara langsung.
§ Perusahaan Jerman yang memiliki anak perusahaan asing menunjukan segmen pendapatan dan investasi.
§ Banyak perusahaan Jerman membuat laporan arus kas padahal tidak diwajibkan.
· Jepang
o Negara non-kontinental dengan model continental.
o Tipe ekonomi dominan oligopoli.
o ASBJ memiliki profil yang relative lemah.
o Pemerintah mendominasi
o Dimungkinkan adanya pergeseran mendekat dari pemerintah ke institusi seperti SEC
Harmonisasi Standar Akuntansi Internasional
· Faktor yang mendasari:
o Transportasi dan komunikasi global,
o Perdagangan global,
o Perusahaan multinasional,
o Pendanaan melewati batas (batas negara/ wilayah).
· Harmonisasi: de facto dan de jure.
· Proses harmonisasi: 1960-an ada berbagai kelompok studi internasional akuntansi, 1973 IASC, dan 2004 IASB.
· Harmonisasi di zona EU
o Komunitas batu bara dan besi (ECSC) pada 1952
o EFTA 1952
o EU 1967
· IASB
o Hingga saat ini lebih dari 100 negara mengadopsi atau konvergensi IFRS
o Usaha konvergensi dengan FASB
o Usaha konvergensi dengan ASBJ Jepang.


Referensi:
Wolk, Harry I. Dodd, James L. dan Rozycki, John J. 2013. Accounting Theory 8th Edition. United States of America: SAGE Publications, Inc.
Devi Ayu Mustikoweni     13/347648/EK/19419
Teori Akuntansi
Konvergensi IFRS
Perbedaan standar akuntansi di berbagai belahan dunia dirasa menjadi hambatan dalam perkembangan kondisi ekonomi. Hal itu memunculkan isu konvergensi agar secarra global ada standar yang sama yang dapat diterapkan pada semua negara dan mampu mempermudah proses transaksi antar negara. Konvergensi kearah akuntansi internasional akan mengakomodir kebutuhan perusahan multinasional yang melakukan transaksi lintas negara. Hal itu juga akan meminimalisir bahkan menghilangkan persepsi berbeda dari antar negara terkait dengan laporan keuangan yang mereka buat.

Apa itu IFRS?
IFRS yang disusun IASB diterbitkan sebagai upaya memperkuat arsitektur keuangan global sekaligus sebagai solusi jangka panjang transparansi informasi keuangan. IFRS berisi berbagai standar dan praktik internasional mengenai pelaporan keuangan. IASB dahulu bernama IASC dan mengeluarkan IAS.
Tujuan penerapan IFRS, dalam Wiyani, adalah :
1. Memastikan bahwa laporan keuangan internal perusahaan mengandung informasi berkualitas tinggi.
2. Transparansi bagi pengguna laporan dan dapat dbandingkan sepanjang periode yang disajikan.
3. Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna.
4. Mengingkatkan investasi.
Indonesia saat ini menerapkan PABU yang disusun IAI dengan standar SAK. Dahulu SAK ini menggunakan PAI. Indonesia dahulu mengacu pada GAAP yang disusun oleh FASB yang terbit dalam SFAS. Sebelumnya, Indonesia menggunakan sistem pembukuan/bookkeeping Belanda. Di Indonesia, konvergensi kearah IFRS memunculkan berbagai pro dan kontra, namun IAI telah menetapkan bahwa mulai 2012 Indonesia menerapkan IFRS.
Berikut adalah perkembangan standar akuntansi Indonesia mulai dari awal sampai dengan saat ini yang menuju konvergensi dengan IFRS (Sumber: Ikatan Akuntan Indonesia dalam Gamayuni).
a) di Indonesia selama dalam penjajahan Belanda, tidak ada standar Akuntansi yang dipakai. Indonesia memakai standar (Sound Business Practices) gaya Belanda.
b) sampai Thn. 1955 : Indonesia belum mempunyai undang – undang resmi / peraturan tentang standar keuangan.
c) Tahun. 1974 : Indonesia mengikuti standar Akuntansi Amerika yang dibuat oleh IAI yang disebut dengan prinsip Akuntansi.
d) Tahun. 1984 : Prinsip Akuntansi di Indonesia ditetapkan menjadi standar Akuntansi.
e) Akhir Tahun 1984 : Standar Akuntansi di Indonesia mengikuti standar yang bersumber dari IASC (International Accounting Standart Committee)
f) Sejak Tahun. 1994 : IAI sudah committed mengikuti IASC / IFRS.
g) Tahun 2008 : diharapkan perbedaan PSAK dengan IFRS akan dapat diselesaikan.
h) Tahun. 2012 : mengadopsi IFRS


Mengapa Akuntansi Internasional?
Alasan munculnya akuntansi internasional atau yang dikenal dengan IFRS, adalah sebagai berikut :
1. Semakin luasnya jangkauan perusahaan multinasional.
2. Adanya investasi dari dan ke luar negeri.
3. Fluktuasi keuangan yang menimbulkan perubahan kurs valas
4. Di dalam pasar modal USA yaitu NYSE (New York Stock Exchange), dimana terdapat 1.200 perusahaan asing yang terdaftar.

Akuntansi internasional digunakan sebagai dasar akuntansi untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi  seluruh dunia. (Iqbal, Melcher dan Elmallah dalam Novi). Menurut Choi dalam Wiyani, akuntansi internasional memiliki tiga pengertian, antara lain:
1. Konsep Parent Foreign Subdiary Accounting : menganggap akuntansi internasional sebagai proses penyusunan laporan konsolidasi perusahaan induk dan cabang yang ada di berbagai negara.
2. Konsep Comparative/internasional Accounting : memberikan penekanan pada upaya mempelajari perbedaan akuntansi di berbagai Negara.
3. Konsep Universal atau World Accounting : kerangka dan prinsip akuntansi berlaku  secara global atau di semua negara.
Perusahaan mulai terlibat dengan akuntansi internasional saat mendapatkan kesempatan melakukan transaksi ekspor atau impor. Pada kondisi ekspor, kesulitan timbul ketika perusahaan domestik ingin melakukan investigasi kelayakan perusahaan asing dan ketika pembeli menggunakan mata uang asing untuk transaksi dengan mereka. Pada kondisi impor, perusahaan pembeli domestik harus mempertimbangkan kurs mata uang domestik terhadap mata uang asing yang telah disepakati untuk denominasi pembayaran.
Perusahaan akan terlibat dalam akuntansi internasional saat mereka membuka operasi di luar negeri, dalam bentuk lisensi produksi atau pendirian anak perusahaan di luar negeri. Perusahaan multinasional yang beroperasi di berbagai negara mendorong pentingnya akuntansi internasional. Pasar modal yang tumbuh pesat diiringi kemajuan teknologi komunikasi dan informasi memungkinkan transaksi real time di pasar modal internasional.

Berbagai faktor yang mempengaruhi sistem akuntansi, praktik-praktik akuntansi beserta pengungkapan informasi finansial perusahaan di berbagai negara menurut Christoper Nobes dan Robert Parker dalam Novi, adalah sebagai berikut :
1.Sistem hukum peraturan perusahaan, termasuk sistem dan prosedur akuntansi, banyak dipengaruhi oleh sistem hukum yang berlaku. Beberapa negara seperti Perancis, Italia, Jerman, Spanyol, Belanda menganut sistem hukum yang codified Roman law. Sementara Inggris, Amerika Serikat,dan negara-negara persemakmuran Inggris menganut sistem common law.
2.Sumber pendanaan membagi perusahaan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama sebagian besar dananya dari para pemegang saham di pasar modal (shareholder). Kelompok kedua mendapatkan sebagian besar dananya dari bank, negara atau dana keluarga.
3.Sistem perpajakan mempengaruhi sistem akuntansi dengan menentukan pengukuran akuntansi (accounting measurement). Di Jerman, pembukuan menurut pajak harus sama dengan pembukuan komersial. Berbeda dengan Inggris, Amerika Serikat dan Indonesia yang memiliki aturan-aturan yang berbeda antara perpajakan dan komersial perusahaan.
4.Profesi akuntan di beberapa negara dipisahkan sebagai ahli perpajakan atau hanya sebagai akuntan perusahaan. Anggota suatu badan yang mengatur standar akuntansi bisa terdiri dari kalangan akuntan public saja atau mengikutsertakan pihak-pihak dari dunia usaha, industri, pemerintah dan kalangan pendidik.
5.Inflasi Negara dengan tingkat inflasi mencapai ratusan persen per tahun, seperti di Amerika Selatan, relevn menggunaan metode general price level adjustment karena adanya kebutuhan untuk menganalisis laporan keuangan secara lebih tepat dibandingkan menggunakan historical cost.
6.Teori Akuntansi. Contoh pengaruh teori akuntansi terhadap praktik akuntansi adalah disusunnya conceptual framework.
7.Accident of History. Sistem dan praktik akuntansi tidak lepas dari kondisi politik dan ekonomi negara bersangkutan. Kejadian-kejadian tertentu biasanya memberikan pengaruh dalam penerapan metode tertentu.

Guna mengatasi berbagai perbedaan perlakuan akuntansi yang muncul, maka:
1. Setiap perusahaan menyusun laporan keuangan primer dan sekunder,
2. Menganut single-domicile reporting yaitu laporan keuangan disusun sesuai dengan standar domisili perusahaan, atau
3. Laporan keuangan disusun berdasarkan standar internasional.

Standarisasi, Harmonisasi dan Konvergensi
Standarisasi adalah penetapan aturan yang kaku, sempit dan bisa jadi hanya satu dstandar untuk segala situasi. Hal ini sulit diterapkan secara internasional. Harmonisasi jauh lebih fleksibel dan terbuka. Harmonisasi merupakan proses untuk meningkatkan komparabilitas/kesesuaian praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan. Sehingga negara boleh menerapkan standar yang berbeda asal tidak melanggar/bertentangan dengan standar akuntansi internasional. Istilah harmonisasi digunakan pada 1980an-1990an sementara profesi akuntan dunia menggunakan istilah konvergensi mulai tahun 1990. Harmonisasi akuntansi mencakup: standar akuntansi (berkaitan pengukuran dan pengungkapan), pengungkapan yang dibuat perusahaan public terkait penawaran surat berharga dan pencatatan pada bursa efek dan standar audit. Manfaat harmonisasi internasional: semua laporan menggunakan bahasa inggris sebgaia bahasa induk, kalangan usaha mendapat manfaat cukup besar dalam perencanaan biaya, biaya sistem dan pelatihan. Kerugian harmonisasi: perpajakan dan jaminan social berpengaruh pada efisiensi nasional.
GAAP terharmonisasi memiliki manfaat: pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia sehingga mengarah pada efisiensi alokasi modal, investor dapat membuat keputusan investasi lebih baik dengan portofolio yang lebih beragam dan resiko keuangan berkurang, perusahaan dapat memperbaiki pengambilan keputusan strategis merger dan akuisisi, gagasan terbaik dapat disebarkan dan mengembangkan standar global berkualitas tinggi.

Komentar atas Internasionalisasi Standar Akuntansi
Penentuan standar internasional merupakan solusi sederhana untuk masalah yang rumit dan dianggap taktik KAP besarr yang menyediakan jasa akuntansi internasional untuk memperluas pangsa pasarnya. Standar dianggap berlebihan dan menambah tekanan sosial, politik, budaya dan ekonomi negara untuk memenuhi ketentuan internasional yang rumit dan mahal. Ada tidaknya GAAP global, pasar modal internasional dianggap telah berkembang dengan baik. Harmonisasi tidak akan terwujud karena tidak ada pihak dominan, badan berwenang yang berkemampuan mengadopsi GAAP global.

Konvergensi yang Ditawarkan IASB
IASB menginginkan anggota-anggotanya menggunakan standar yang konvergen dengan IFRS. Pengaturan yang konvergen akan meningkatkan daya banding laporan. Konvergensi mencakup penghapusan perbedaan secara bertahap.

Konvergensi IFRS
DSAK Ikatan Akuntan Indonesia merevisi dan mengesahkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dalam rangka konvergensi dengan International Accounting Standards (IAS) dan International financial reporting standards (IFRS). Posisi IFRS/IAS yang sudah diadopsi adalah seperti yang tercantum dalam daftar- daftar berikut ini:
PSAK No. 13, No. 16, No. 30 (ketiganya revisi tahun 2007, yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2008), PSAK No. 50 dan No. 55 (keduanya revisi tahun 2006 yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2009). PSAK No. 13 (revisi 2007) tentang Properti Investasi yang menggantikan PSAK No. 13 tentang Akuntansi untuk Investasi (disahkan 1994), PSAK No. 16 (revisi 2007) tentang Aset Tetap yang menggantikan PSAK 16 (1994) : Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain dan PSAK 17 (1994) Akuntansi Penyusutan, PSAK No. 30 (revisi 2007) tentang Sewa menggantikan PSAK 30 (1994) tentang Sewa Guna Usaha. PSAK No. 50 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan : Penyajian dan Pengungkapan yang menggantikan Akuntansi Investasi Efek Tertentu, PSAK No. 55 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran yang menggantikan Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai. (Gamayuni, 2009)

Konvergensi oleh IAI
Ada beberapa pilihan untuk konvergensi. Adaptasi atau membuat standar sendiri disesuaikan dengan IFRS, adopsi atau mengambil langsung dari IFRS/menggunakan IAS apa adanya, atau harmonisasi. Harmonisasi adalah, menentukan mana saja yang harus diadopsi, sesuai dengan kebutuhan asal tidak bertentangan dengan IFRS. Contohnya adalah PSAK (pernyataan standar akuntansi keuangan) nomor 24, mengadopsi sepenuhnya IAS nomor 19. Standar ini berhubungan dengan imbalan kerja atau employee benefit.
Manfaat Adopsi penuh:
1. Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan menggunakan SAK internasional.
2. Meningkatkan arus investasi global dengan transparansi.
3. Menurunkan biaya modal.
4. Menciptakan efisiensi.
Strategi adopsi ada dua cara:
1. Big Bang Strategy, adopsi penuh sekaligus tanpa transisi.
2. Gradual Strategy, adopsi secara bertahap dengan transisi.

Menurut Nobes dan Parker dalam Gamayuni, rintangan yang paling fundamental dalam proses harmonisasi adalah:
(1) perbedaan praktek akuntansi yang berlaku saat ini pada berbagai negara,
(2) kurangnya atau lemahnya tenaga profesional atau lembaga profesional di bidang akuntansi pada beberapa negara,
(3) perbedaan sistem politik dan ekonomi pada tiap-tiap negara.
Menurut Lecturer Ph. Diaconu Paul (2002), hambatan dalam menuju harmonisasi adalah:
(1) Nasionalisme tiap-tiap negara,
(2) Perbedaan sistem pemerintahan pada tiap-tiap negara,
(3) Perbedaan kepentingan antara perusahaan multinasional dengan perusahaan nasional yang sangat mempengaruhi proses harmonisasi antar negara,
(4) Tingginya biaya untuk merubah prinsip akuntansi.

Referensi:
Gamayuni, Rindu Rika. 2009. Perkembangan Standar Akuntansi keuangan Indonesia Menuju Internasional Financial Reporting Standards. JAk Juli 2009
Novi. 2014. Akuntansi Internasional. Diakses 27 Mei 2016 melalui http://vienovidelusion.blogspot.com/2014/04/akuntansi-internasional.html
Wiyani, Natalia Titiek. Standarisasi, Harmonisasi, dan Konvergensi IFRS

FASB, SFAC 1, 2, 6, 5, 7, dan 8

Devi Ayu Mustikoweni     13/347648/EK/19419
Teori Akuntansi
Bab 7: FASB, SFAC 1, 2, 6, 5, 7, dan 8
FASB memiliki dua produk:
1. SFAC (Statements of Financial Accounting Concepts) yang merupakan rerangka konseptual dibalik standar yang ada, sekumpulan teori akuntansi normatif yang mendasari standar, dan pertimbangan yang ada dibalik SFAS. Rerangka konseptual ini diharapkan mewujudkan sistem yang koheren tentang tujuan (objective) yang saling terkait dan dasar yang mengarahkan pada standar yang konsisten dan mengatur sifat, fungsi, batasan akuntansi keuangan dan laporan keuangan.
2. SFAS (Statements of Financial Accounting Standards)à seperti PSAK di Indonesia
Konten dari rerangka konseptual merupakan dokumen yang berubah (berevolusi) dengan berbagai bagian penting dan selanjutnya masih dapat dikembangkan dan mengalami perubahan untuk standar akuntansi masa depan.
Memorandum diskusi bukan merupakan produk akhir pertimbangan FASB. Diskusi awal untuk rerangka konseptual sangat masif dan mungkin yang paling luas yang pernah dikeluarkan FASB. Memorandum diskusi memiliki dua isu dasar baru:
1. Sudut pandang baru akuntansi keuangan dan orientasi dari laporan keuangan
2. Garis luar berbagai pendekatan perawatan capital*. Memorandum menambahkan berbagai definisi dasar aset, kewajiban, penghasilan, biaya, keuntungan dan kerugian.
*Hal yang baru dan sangat penting
Teori akuntansi normatif yang mempengaruhi SFAC:
1. W. Paton dan A. C. Littleton (1940), “ An Introduction To Corporate accounting Standards,” AAA.
2. M. Moonitz (1961), Accounting Research Study #1:”The Basic Postulate Of Accounting.” AICPA
3. R. T. Sprouse dan M. Moonitz (1962), Accounting Research Study #3:”A Tentative Set Of Broad Accounting Principles For Business Enterprises.”AICPA
4. P. Grady (1965), Accounting Research Study #7:”Inventory of The Generally Accepted Accounting Principles,” AICPA
5. AAA (1966),” A Statement of Basic Accounting Theory(ASOBAT),” AAA.
6. AICPA (1970), APB Statement #4,”Basic concepts and Accounting Principles Underlying Financial Statements of Business Enterprise.” AICPA.
SFAC
1. Tujuan Pelaporan Keuangan oleh Perusahaan Bisnis: 1978
2. Karakter Kualitatif Informasi Akuntansi: 1980
3. Elemen Laporan Keuangan Perusahaan Bisnis :1980
4. Tujuan Pelaporan keuangan oleh Organisasi Non Bisnis: 1980
5. Pengakuan dan Pengukuran dalam Laporan Keuangan Perusahaan Bisnis: 1984
6. Elemen Laporan Keuangan; Pengganti SFAC No. 3: 1985
7. Menggunakan Informasi Arus Kas dan Nilai Saat Ini dalam Pengukuran Akuntansi: 2000
8. Rerangka Konseptual untuk Pelaporan Keuangan: 2010
SFAC No. 1 Objectives Of Financial Reporting By Business Enterprise
· Ada pengaruh besar Trueblood Report (merupakan turunan langsung)
· Tujuan keseluruhan adalah menyediakan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan bisnis dan ekonomi
· Karakteristik utama pengguna adalah kepentingan mereka dalam memprediksi jumlah, waktu dan ketidakpastian arus kas masa depan walaupun tetap mengakui adanya pengguna yang bermacam-macam.
· Disiapkan untuk tujuan umum untuk semua pengguna. Penyedia modal (investor dan kreditor) dikecualikan dalam hal ini.
· Asumsi pengguna memiliki pengetahuan tentang informasi dan pelaporan keuangan. Trueblood Report pengguna diasumsikan memiliki keterbatasan otoritas dan keterbatasan kemampuan.
· Menekankan pentingnya pelayanan (menilai kinerja manajemen dalam melaksanaakna tugas dan kewajibannya) dan akuntabilitas kepada pengguna yaitu pemilik, investor dan kreditor (kelompok kepentingan lainnya).
· Dokumen tidak menjelaskan secara spesifik laporan atau format yang harus digunakan, hanya penyediaan informasi sumber daya ekonomi perusahaan, kewajiban dan ekuitas pemilik, melihat performa manajemen dari pendapatan dan komponennya serta perolehan dan penggunaan kas.
SFAC No. 2 Qualitative Characteristics Of Accounting Information (Term Karakteristik kualitatif digunakan dalam APB Statement 4 tetapi konsepnya langsung dari ASOBAT)
· Informasi memiliki tingkat komprehensif yang berbeda-beda. Understandability dipengaruhi oleh pengguna dan penyedia informasi akuntansi.
· Batasan: benefit > cost
o Pokok dari keekonomisan informasi
o Paling sulit diterapkan pada praktik. Terlalu luas dan terlalu bersifat pertimbangan
o Keuntungan mengarah pada kegunaan informasi akuntansi untuk  tujuan prediksi dan pertanggungjelasan pengguna (utamanya investor dan kreditor).
o Kos informasi termasuk kos langsung dan kos tidak langsung. Kos langsung yang dimaksud adalah untuk menyiapkan info sementara yang tidak langsung adalah yang berkaitan dengan kemampuan pemahaman pengguna serta informasi yang berlebih (berkaitan dengan kemampuan individu dan pasar menyerap serta menggunakan informasi).
· Relevan: turunan langsung dari ASOBAT, dapat menjadikan adanya perbedaan suatu keputusan dengan memprediksi tentang masa lalu, sekarang dan masa depan atau mengkonfirmasi ekspektasi. Aspek utama adalah predictive value dan feedback value dan aspek pendukungnya adalah ketepatan waktu. Ketepatan waktu bisa jadi batasan karena jika semakin lama akan semakin lengkap.
· Reliabilitas: tersusun dari verifiability, representasional faithfulness, dan netral. Representation faithfulness saling melengkapi dengan konsekuensi ekonomi.
· Dapat dibandingkan (antar entitas) dan konsisten (antar periode)
· Materialitas: item cukup mempengaruhi keputusan
SFAC No. 6 Elements Of Financial Statements (Pengganti SFAC No. 3 Elements Of Financial Statements Of Business Enterprises)
· SFAC No. 3 terdiri dari sepuluh elemen laporan keuangan, definisi revolusioner mempengaruhi pengukuran akuntansi (terkait income dan earnings)
· Ada perluasan ke organisasi non bisnis. Definisi merupakan peningkatan dari definisi sebelumnya daari APB Statement 4.
· Aset: keuntungan ekonomi masa depan yang mungkin didapatkan atau dikendalikan oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa masa lalu. Tidak ada orientasi terhadap konsep penandingan (matching). Samuelson mengkritik bahwa deffered charges harus segera dicatat sebagai biaya dan bukan aset walaupun manfaatnya didapatkan di masa depan.
· Liabilitas: pengorbanan keuntungan ekonomi masa depan yang mungkin timbul dari kewajiban saat ini suatu entitas tertentu untuk mentransfer aset atau menyediakan jasa ke entitas lain pada masa depan sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa masa lalu.
· Ekuitas atau aset bersih adalah sisa dari kepentingan aset suatu entitas yang tersisa setelah mengurangi liabilitasnya. Pada perusahaan bisnis, ekuitas adalah kepentingan pemilik. Pada organisasi nirlaba, yang tidak memiliki kepentingan pemilik seperti pada organisasi bisnis, eset bersih dibagi menjadi tiga kelas berdasarkan ada tidaknya pembatasan dari pemberi dana- dibatasi permanen, dibatasi temporer, dan aset bersih yang tidak dibatasi.
· Investasi oleh pemilik: kenaikan pada ekuitas dari suatu entitas bisnis tertentu yang merupakan hasil dari transfer dari entitas lain berupa sesuatu yang bernilai untuk memperoleh atau meningkatkan kepentingan pemilik (atau ekuitas) yang ada. Pemilik paling umum menerima aset sebagai investasi tetapi yang diterima bisa termasuk jasa atau kepuasan atau konversi dari liabilitas perusahaan.
· Distribusi ke pemilik: pengurangan pada ekuitas dari suatu entitas bisnis tertentu yang merupakan hasil dari transfer aset, salinan jasa, atau liabilitas yang timbul oleh perusahaan kepada pemilik. Distribusi ke pemilik mengurangi kepentingan pemilik (atau ekuitas) yang ada.
· Penghasilan komprehensif: perubahan ekuitas perusahaan bisnis selama satu periode dari transaksi dan peristiwa lain dan lingkungan dari sember yang tidak dimiliki pemilik. Hal ini termasuk semua perubahan pada ekuitas selama satu periode kecuali yang merupakan hasil dari investasi oleh pemilik dan distribusi ke pemilik.
· Pendapatan: aliran masuk atau tambahan lain aset atau pengurangan liabilitas (atau kombinasinya) dari mengirim atau membuat barang, memberikan jasa, atau aktivitas lain yang merrupakan kegiatan utama entitas.
· Biaya: aliran keluar atau pengurangan lain aset atau terjadinya liabilitas (atau kombinasinya) dari mengirim atau membuat barang, memberikan jasa, atau aktivitas lain yang merupakan kegiatan utama entitas.
· Keuntungan: kenaikan ekuitas( aset bersih) dari transaksi incidental entitas dan dari semua transaksi dan peristiwa lain dan pengaruh lingkungan terhadap entitas kecuali yang berasal dari pendapatan atau investasi oleh pemilik.
· Kerugian: penurunan ekuitas( aset bersih) dari transaksi incidental entitas dan dari semua transaksi dan peristiwa lain dan pengaruh lingkungan terhadap entitas kecuali yang berasal dari biaya atau distribusi kepada pemilik.

SFAC No. 5 Recognition And Measurement In Financial Statements Of Business Enterprises
· Menyelesaikan banyak isu sulit dalam literature akuntansi
· Menolak menjadi kontroversi
o Secara umum konsisten dengan praktik saat ini
o Tidak memberi dampak perubahan secara radikal
o Tidak menutup kemungkinan perubahan dalam praktik masa depan
o Perubahan harus terjadi secara bertahap dan secara evolusioner. Perubahan bertahap menuju fair value. Hal ini menunjukkan adanya kehati-hatian SFAC.
· Teliti dalam mengakui dan mengukur pada laporan keuangan, tidak termasuk pengungkapan di luar tubuh laporan keuangan.
· SFAC No. 5 menolak salah satu hipotesis pasar efisien bahwa pengungkapan di luar tubuh laporan keuangan sama efektifnya dengan pengungkapan dalam laporan keuangan itu sendiri.
· Earnings dan comprehensive income. Earnings berbeda dengan net income karena mengeluarkan dampak dari perubahan metode akuntansi.
· Penggunaan earnings berusaha menjaga status quo dari incoe dan membuka kemungkinan memasukkan unrealized holding gains dalam comprehensive income.
· Kriteria pengakuan
o Memenuhi definisi setiap elemen
o Dapat diukur. Ada atribut yang relevan untuk diukur dengan reliabilitas yang memadai.
o Relevan: informasi dapat memberikan perbedaan atas keputusan yang akan diambil.
o Reliabilitas: informasi representationally faithful, dapat diverifikasi, dan netral.
§ Revenue dan gains: sudah di realisasikan atau dapat direalisasikan
§ Expenses dan loses: aset habis atau tidak ada keuntungan yang diharapkan lagi
· Atribut pengukuran:
kos historis, current cost (replacement cost), current market value(exit value), net realizable value, dan present (discounted) value of future cash flows.
· Semua nilai yang mungkin dalam spectrum nilai diperbolehkan digunakan selama sesuai dengan GAAP

Referensi waktu
Referensi nilai pasar
Nilai masuk
Nilai keluar
Nilai historis
Kos historis
Nilai yang dapat direalisasikan bersih historis
General price level disesuaikan kos historis
General price level disesuaikan Nilai yang dapat direalisasikan bersih historis
Fair value atau nilai saat ini
Replacement cost saat ini
Nilai yang dapat direalisasikan bersih saat ini
PV dari kos masa depan
PV dari proyeksi nilai yang dapat direalisasikan bersih


SFAC No. 7 Using Cashflow Information and Present Value In Accounting Measurement
· Banyak dipengaruhi Trueblood Committee Report yaitu terkait pentingnya arus kas.
· Walaupun cukup lama karena SFAC No.7 keluar setelah 15 tahun dari SFAC No.6 walaupun proyek sudah dimulai sejak 1988.
· Beberapa pandangan sebagai subset dari SFAC No.5 yang membahas mengenai pengukuran. SFAC No.7 membahas pengukuran spesifik dan bukan isu tentang konsep yang lebih luas (broader conceptual-type issue). Digunakan pada situasi ketika menentukan jumlah pasar saat ini seperti penerimaan kas atau pembayaran dan current cost  atau nilai pasar yang tidak ada pada titik pengakuan.
· Badan mengakui bahwa metode penilaian saat ini tidak konsisten digunakan dalam berbagai macam standar. Contohnya APB Opinion No. 16 pada kombinasi bisnis aset diakui  berdasarkan terjadinya liabilitas pada PV tanpa harus menentukan atau mengetahui rate-nya. Sementara pada kasus sewa menyewa, penyewa menggunakan incremental borrowing rate mereka sendiri kecuali rate pemberi sewa diketahui dan lebih rendah dari rate penyewa.
· Pengukuran nilai saat ini aset
o Lebih mensimulasikan fair value dari pada present value secara partikuler dari aset perusahaan
o Jika aset secara particular memiliki beberapa kemungkinan aliran kas dalam beberapa periode spesifik, ekspektasi aliran kas sebesar kemungkinan rata-rata tertimbang harus disebutkan
· Pengukuran nilai saat ini liabilitas
o Tingkat diskon harus ketat terhadap credit standing perusahaan. Carrying value dari liabilitas original sangat ketat dengan credit standing perusahaan.
o Pengukuran aset dan liabilitas tidak konsisten. Aset dapat dilihat dan dinilai secara terpisah dari perusahaan tapi liabilitas tidak.
· Perubahan yang jelas kearah pengukuran berdasarkan fair value

SFAC No. 8 Conceptual Framework For Financial Reporting
· Penggantian, pengembangan dan penyempurnaan SFAC No.1 dan SFAC No.2 setelah pengadopsian selama 30 tahun.
· Publikasi pertama dari rangkaian publikasi proyek bersama FASB dan IASB (dimulai dari 2004) sebagai tambahan dari Norwalk Agreement yang mereka lakukan. Ini melengkapi 1 dari 8 fase rencana pemusatan rerangka konseptual mereka masing-masing.
o Dapat dianggap sebagai usaha elegan dari FASB untuk mempengaruhi atau membatasi IASB dalam memproduksi IFRS. Politik yang cerdas dari FASB untuk mendominasi IASB saat itu di tingkat politik USA dan berjanji untuk memusatkan, tidak mengadopsi, IFRS dalam rerangka G20.
o SFAC No 1 dan No 2 sedikit dikembangkan dan disempurnakan untuk memenuhi rasa kepemilikan bagian IASB dalam rerangka. Esensi dari kedua laporan konsep hampir benar-benar sama.
o Bisa dikatakan amerikanisasi IFRS
· SFAC No. 8 memasukkan investor dan kreditor potensial sebagai kelompok penyedia sumber daya (resource) bukan kelompok pengguna primer/utama.
· Secara historis, pemisahan antara bisnis dan pemilik semakin diperluas.
· FASB menyimpulkan bahwa teori entitas lebih baik dalam menggambarkan peningkatan pemisahan ini daripada fokus pemilik pada teori proprietary.
· Pada SFAC No.8 kos tetap  menjadi batasan dalam karakteristik kualitatif namun materialitas menjadi aspek spesifik entitas dari relevansi.
· Relevansi tetap menjadi karakteristik kualitatif dasar namun reliabilitas digantikan dengan faithful representation.
· Relevansi tetap memiliki komponen predictive value dan confirmatory value.
· Faithful representation memiliki komponen kriteria lengkap, netral, dan bebas dari kesalahan.
· Ada 3 tahapan yang direkomendasikan FASB untuk melaporkan informasi keuangan
1. Mengidentifikasi fenomena ekonomi.
2. Menentukan  informasi yang paling relevan dan faithful representation.
3. Menentukan keberadaan informasi dan dapat menggambarkan dengan dapat dipercaya penuh (faithful representation)
· Ada 4 karakteristik tambahan: dapat dibandingkan, dapat diverifikasi, tepat waktu (timeliness), dan dapat dipahami (understandability)


Referensi:
Wolk, Harry I. Dodd, James L. dan Rozycki, John J. 2013. Accounting Theory 8th edition. United States of America: SAGE Publications, Inc.

Sabtu, 24 Maret 2018

CV Taaruf atau Proposal Taaruf


Format sederhana yang pernah saya dapatkan dari seorang teman dengan pengubahan, penambahan dan pengurangan. Sebenarnya format cv taaruf simpel dan bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan pengguna. Semangat bagi para pencari jodoh.


[FOTO]

Nama Lengkap:                      
Nama Panggilan:                    
Jenis Kelamin  :          
Tempat Lahir   :          
Tanggal Lahir  :          
Golongan darah:        
Alamat tinggal:          
Alamat KTP    :          
No. HP/WA    :          
E-mail              :
Line                 :          
Facebook         :
Pendidikan Formal
………………………………………………………………………………………………
Pendidikan Informal
………………………………………………………………………………………………
Pengalaman Organisasi
………………………………………………………………………………………………
Kepanitiaan
………………………………………………………………………………………………
Pengalaman Kerja
………………………………………………………………………………………………
Penghargaan
………………………………………………………………………………………………
Kemampuan                                      :
Hobi                                                    :
Makanan Kesukaan                         :
Minuman Kesukaan                         :
Hal yang tidak disukai                      :
Alergi                                                  :
Riwayat Penyakit                              :
Olah raga                                           :
Gambaran diri                                  :
(suku, kebiasaan)
Gambaran orang tua dan keluarga:
(usia ayah, pekerjaan ayah, tempat bekerja/instansi dan kota tinggal)
(usia ibu, pekerjaan ibu, tempat bekerja/instansi dan kota tinggal)
(usia saudara)
gambaran umum keluarga
Rencana masa depan                        :
Kriteria fisik  diri                              :
Kriteria pasangan yang dicari         :