Sabtu, 30 Juni 2018

Jodoh

Jika ada yang bertanya pendapatku tentang Jodoh.

Jodoh itu apapun yang terjadi pasti akan bertemu, bersatu dan bersama. Apa yang kau khawatirkan tentang jodoh? Bukankah ia telah jelas? Ikuti alur, ikuti proses, jalani saja. Jodoh itu apapun yang terjadi pasti akan kembali. Kau merasa ia jodohmu? Apa yang kau khawatirkan tentangnya?

Jika kau wanita. Lepaskan, biarkan dia bebas, ketika waktunya tepat, dia pasti kembali. Sejauh apapun jarak memisahkan. Seperti apapun kejadian dalam hidup silih berganti. Ia akan kembali untuk menyatukan dirimu dan dirinya. Persiapkan dirimu, untuk menerimanya kelak, untuk menjadi pendamping dalam menghadapi kehidupan yang tak selalu mudah.

Jika kau pria. Persiapkan dirimu. Jika belum mampu menghalalkannya saat ini, kau bisa kembali padanya nanti. Nanti bukan tanpa memperjuangkannya. Nanti dengan proses dan usaha yang nyata. Nanti dengan persiapan yang cukup. Cukup untuk dia dan untuk dirimu. Cukup tidak harus dengan A B C D yang terkadang malah memberatkanmu sendiri. Cukup tidak berarti juga hanya dengan E F G H yang akhirnya menjadi beban di kemudian hari. Apa yang kau khawatirkan? Khawatir ada yang mendahului? Jika dia jodohmu, seperti apapun kejadian dalam hidup silih berganti. Ia akan kembali padamu untuk menyatukan dirimu dan dirinya.

Untuk kau wanita maupun pria. Kau khawatir cintanya telah terbagi? Jika dia jodohmu, seperti apapun hatinya telah terbolak-balik, seperti apapun perasaannya Alloh takdirkan silih berganti, cintanya akan utuh ketika bersama denganmu dalam ikatan cinta yang suci. Bukankah kalian adalah ruh-ruh yang saling mengenali? Cintanya akan utuh untukmu dan cinta itu yang harus kalian jaga dengan hak dan kewajiban yang ada.

Jodoh. Tak usah khawatir akan tertukar dan tak usah khawatir tidak akan mendapatkan, karena kriteria dan standar "menarik" bagi setiap orang tidaklah sama. Tak usah khawatir, karena kalian akan menjadi "menarik" untuk jodoh kalian masing-masing, karena kalian adalah ruh-ruh yang saling mengenal yang ditakdirkan untuk saling memiliki kecenderungan.

"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (QS Ar Rum:21)

"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)." (QS Adh Dhariyat:49)

"Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui." (QS Yasin:36)

"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu." (QS An Nisa:1)

"dan sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan," (QS An Najm:45)

~hanya sebuah pandangan dari seseorang yang pernah menikah~

Sidoarjo, 30 Juni 2018

Jumat, 29 Juni 2018

Belajar Cinta

oleh: Devi Ayu Mustikoweni

4 Oktober 2015- Sleman, Yogyakarta
Cinta adalah satu kata yang tak pernah bisa benar-benar aku pahami. Aku pun tak pernah mengetahui ketika dan apakah aku memang mencintai makhluk-Nya. Cinta kepada-Nya. Tiba-tiba aku takut. Sangat takut tak mampu mencintai-Nya dengan sempurna. Jika aku merasakan hal yang berbeda, apakah itu cinta? Lalu, sudahkah aku mencintai-Nya melebihi kecintaanku pada dunia? Pada makhluk-Nya? Jika itu cinta, jika kekagumanku pada makhluk-Nya adalah cinta, mampukah aku mencinta-Nya dengan sempurna?
Serasa bersembunyi di ujung dunia. Serasa berusaha masuk ke dalam relung terjauh. Bersembunyi tanpa ada yang mengetahui dan tak ingin ada yang mengetahui. Sembunyi dari kenyataan bahwa setiap energi dari tubuhku serasa menghilang ketika aku melihat makhluk-Nya. Lagi-lagi aku merasa takut, takut mengurangi cintaku pada-Nya. Mencintai-Nya adalah hal terindah ketika aku menyadari bahwa cinta pada-Nya adalah sebenar-benarnya cinta.
Terbayang olehku rangkaian prosesi ijab qobul yang pernah kulihat. Tetesan air mata bahagia dan kesedihan kala mempelai wanita mengucapkan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya. Saat itu ada seseorang yang baru dalam kehidupannya yaitu pasangan halalnya. Cinta yang halal telah tertulis dalam Kalam-Nya. Cinta yang suci dan Ia Ridhoi pula. Cinta yang Ia Lindungi dalam ikatan pernikahan.
Cinta itu yang ingin kuraih. Cinta itu yang kuyakini tidak akan membuatku menjauh dari-Nya. Cinta itu yang kuyakini halal. Cinta itu bukanlah cinta yang menjadi Murka-Nya. Cinta itu yang Ia Lindungi dengan setiap hak dan kewajiban yang ada untuk kedua makhluk-Nya yang berada dalam ikatan cinta suci.
Aku membuka catatan kecil dalam bukuku. Lagi-lagi anganku melayang pada sesosok bayangan yang tak kuingat dengan jelas. Sesosok inilah yang aku pikir, aku memiliki kecenderungan yang berbeda. Kecenderungan yang bisa jadi cinta atau mungkin yang lainnya. Begitu banyak orang mengartikan cinta yang ternyata adalah kesalahan hingga pada akhirnya menjadi benci. Satu hal teraneh adalah semakin aku menjauh dan tidak mengingatnya, semakin sosok bayangan itu melekat. Makhluk-Nya yang suaranya pun tak aku ingat. Sesosok yang hanya bagaikan kelebatan lilin yang lalu hilang.
Biarlah saat ini aku dan makhluk-Nya itu berjalan pada jalan yang berbeda. Biarlah aku menempuh dan mempersiapkan hingga mungkin jalan kami bertemu, ataupun berpisah. Biarlah aku selesaikan apa yang menjadi urusanku dan dia menyelesaikan urusannya. Jika nanti Dia menuliskan bahwa makhluk-Nya menjadi bagian dari takdirku toh kami akan bertemu juga setelah ijab kabul pada waktu yang telah Ia gariskan. Hanya satu pertanyaan yang menggelayuti hatiku. Jika Fatimah pernah jatuh cinta kepada Ali, bolehkah aku, pernah jatuh cinta pada makhluk-Nya?
Lagi-lagi aku teringat cintaku pada-Nya. Dia yang selalu dekat walau aku terkadang lupa. Dia yang selalu Memberi walau terkadang aku salah. Dia yang menuliskan semua cerita dengan begitu halusnya sehingga tidak ada seorang pun yang mampu menebak. Aku hanya ingin mencintai-Nya dengan sempurna, karena aku adalah salah satu dari milyaran makhluk-Nya yang sedang belajar arti cinta.
_________________________
24 Oktober 2015- Sleman, Yogyakarta
Semoga Allah SWT Memberikan jodoh terbaik untukmu, wahai sesosok makhluk yang tak terlalu kuingat namun melekat. Aku hanya berharap semoga kelak engkau mendapatkan pasangan yang mampu menambah rasa syukurmu pada-Nya.
Walaupun mungkin bukanlah aku, semoga pasanganmu adalah wanita terbaik yang mampu membuatmu tersenyum, wanita yang mampu membahagiakan dirimu dan menjadikan rumahmu laksana surga. Semoga Allah SWT Memberikan wanita sholihah sebagai pasangan dunia akhiratmu. Aamiin.

Aku menulis seuntai doa pada laptopku. Teringat kisah Ali ra. dan Fatimah ra. ketika Ali mengikhlaskan orang lain melamar Fatimah saat Ia belum berkesempatan menghalalkan cintanya. Teringat bahwa cinta itu berani menghalalkan atau berani mengikhlaskan. Kisah mereka memberikan inspirasi tersendiri untukku dalam memaknai arti cinta.
Pandanganku memang tak kan mampu menerobos waktu, namun doaku tentu mampu melakukannya jika Allah SWT Menghendaki. Semoga ia dianugerahi istri sholihah yang membersamainya di dunia dan akhirat kelak. Semoga Allah SWT selalu Memberikan Rahmat-Nya. Mungkinkah kau bertanya mengapa aku melakukan itu? Aku melakukan itu karena Allah SWT adalah sebaik-baiknya pelindung dan kepada-Nya lah aku menyerahkan cinta. Cinta yang kuserahkan bukanlah tentang dia yang merupakan makhluk-Nya tetapi tentang rasa cinta yang masih kucari maknanya.
Lagi-lagi aku berkata pada diriku. Aku ingin Mencintai-Nya dengan sempurna sehingga ketika menghalalkan belum menjadi jalan yang bisa kutempuh maka mengikhlaskan adalah jalan yang kupilih. Aku, masih belajar mencintai-Nya dengan sempurna. Masih terus berusaha memperbaiki diri dan memahami makna cinta. Cinta dan berbagai tingkatannya yang pasti tidak terbatas pada cinta dua anak manusia.

Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. (QS. Ali Imron:173)

Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya (QS. Ghafir: 24)
_________________________
15 Januari 2016-Sleman, Yogyakarta
Sesungguhnya hati anak Adam lebih keras goncangannya dari pada ketel yang didalamnya terdapat air yang mendidih (HR Ahmad dan Hakim)

Cinta manusia, cinta yang semu. Cinta manusia seperti hati yang bisa berubah seketika lebih dari air dalam ketel yang mendidih. Cinta manusia yang abadi adalah ketika cinta itu karena-Nya. Cinta pada-Nya adalah sebenar-benarnya cinta. Cara terbaik melabuhkan cinta adalah menunggu seseorang datang ke rumahmu, bertemu dengan orang tuamu dan meminta ijinnya untuk membawamu dengan cara yang halal. Cara yang halal? Ya, cara yang dibenarkan dalam Islam. Jika dia tidak menjemputmu dengan benar, mungkinkah dia menjagamu dengan benar?
Cinta. Seumur hidupku tentu aku akan terus belajar tentang cinta. Setelah dilahirkan, aku belajar mencintai kedua orang tuaku, keluargaku. Setelah mengenal teman dan sahabat tentu aku pun belajar mencintai mereka. Melihat alam yang indah dengan segala macam keindahan di dalamnya, MasyaAllah, tentu aku mencintainya. Kelak, ketika aku ditakdirkan untuk menikah lalu mempunyai keturunan, tentu aku juga harus mencintai keluarga kecilku.
Hingga hari ini, aku masih terus belajar. Semakin lama berfikir tentang cinta, semakin banyak cinta yang akan kau temukan dalam hidupmu. Aku tidak akan berhenti belajar mencintai dan memahami makna cinta. Mengapa? Kau tahu kan? Aku belajar mencintai-Nya dengan sempura. Dia adalah Sang Maha yang telah Memberikan segalanya. Jika aku ingin mencintai-Nya, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuasa, dan Sang Pencipta dunia yang begitu luas ini, dengan cinta yang sempurna, maka pelajaran itu tidak akan habis. Pelajaran itu sebanyak apa yang telah Ia Ciptakan. Belajar mencintai-Nya adalah belajar mencintai semua-Nya karena Dia, sehingga tak ada cinta yang melebihi cinta kepada-Nya.

Katakanlah (wahai Muhammad kepada umatmu): Jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa kalian. (QS. Ali Imron:31)

Sabtu, 07 April 2018

Laporan Arus Kas (Cashflow)

Devi Ayu Mustikoweni    
13/347648/EK/19419
Teori Akuntansi
Bab 13: Laporan Arus Kas

· Laporan Perubahan Posisi Keuangan/ Statement of Changes in Financial Position  (SCFP)
o Pada 1971 SEC mewajibkan SCFP dengan mengeluarkan peraturan. Menanggapi hal tersebut, 1971, APB mewajibkan SCFP dalam pelaporan keuangan dengan APB Opinion No. 19. “Laporan dana” ini  melaporkan perubahan pada saldo akun aset, liabilitas dan ekuitas pemilik.
o APB Opinion No. 19 menyatakan bahwa tujuan pelaporan Laporan Perubahan Posisi Keuangan adalah :
a. Melengkapi pengungkapan laporan dari perubahan posisi keuangan  
b. Meringkas aktivitas pendanaan dan investasi
c. Melaporkan aliran dana dari operasi
o Longgarnya definisi dana/fund pada APB Opinion no. 19, dana dapat diartikan sebagai kas, kas ditambah setara kas/near cash (sekuritas jangka pendek yang diperdagangkan dan investasi temporer lainnya), aset lancar, dan modal kerja.
o SCFP bergantung pada definisi dan pengukuran elemen akuntansi dari dua laporan keuangan lainnya, maka laporan ini disebut juga laporan derivatif.
o SCFP adalah pendahulu dari Laporan Arus Kas/ Statement of Cash Flow (SCF) dan pengganti dari Statement of Fund Flow. Pada Laporan Aliran Dana, akun modal kerja didefenisikan sebagai saldo dana.
o Terdapat dua bagian keseimbangan: sumber dari sumber daya dan penggunaan dari sumber daya

Format Standar Laporan Perubahan Posisi Keuangan
Sumber dari sumber daya (Transaksi Kredit)
1. Peningkatan saldo dana
a. Dari laba bersih
b. Dari sumber daya lain (utang atau penerbitan saham)
2. Sumber lain dari sumber daya (aktivitas investasi atau pendanaan yang tidak mempengaruhi akun dana seperti penerbitan saham untuk asset non moneter, dividen yang dibagikan dalam bentuk property, dsb.)
3. Penurunan, jika ada, saldo dana
Penggunaan sumber daya (Transasksi Debit)
1. Penurunan saldo dana
a. Dari laba bersih
b. Dari sumber daya lain
2. Penggunaan lain dari sumber daya
3. Peningkatan, jika ada, dalam saldo dana

Pendahulunya, Funds Flow Statement hanya mencantumkan poin 1. SFCP yang mencantumkan poin 2 menunjukkan adanya pendekatan all-inclusive


· Perubahan ke Laporan Arus Kas/ SCF
o Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang berisi informasi aliran kas masuk dan aliran kas keluar dari suatu perusahaan selama periode tertentu
o Definisi fund sebagai modal kerja bersih dianggap kurang tepat. Modal kerja bersih dipandang menjadi pengukuran yang kurang baik/buruk dari likuiditas, karena:
§ Dimasukannya biaya tangguhan (deferred charges) dan kredit tangguhan (deferred credit) padahal tidak berdampak pada kas
§ Konversi aset lancar ke kas dapat memakan waktu satu tahun bahkan lebih.
§ Persediaan berdasarkan kos perolehan dan tidak merefleksikan potensi arus kas.
Modal kerja merupakan indikator yang kasar untuk likuiditas
o Berkaitan dengan batasan dan kelemahan dari accrual accounting, pelaporan arus kas sangat memiliki daya tarik karena keterbukaan dan kejelasan (straightforwardness) akan jumlah kas.
o SFAC No. 1: Memaparkan tujuan dari pelaporan keuangan
1. Pelaporan keuangan seharusnya menyediakan informasi yang berguna untuk investor dan kreditor saat ini maupun potensial dan pengguna lain dalam membuat keputusan investasi rasional, keputusan kredit, dan keputusan sejenis lainnya.
2. Melaporkan informasi terkait sumber daya bersih (net resources) perusahaan dan perubahannya.
3. Melaporkan informasi yang berguna untuk menilai arus kas masa depan
Kedua tujuan tersebut (No 2 dan 3) memotivasi FASB untuk mengadopsi SCF pada tahun 1980-an.
o Laporan Arus Kas pada memo diskusi awal FASB bermanfaat karena:
1. Menyediakan umpan balik pada arus kas aktual.
2. Membantu mengidentifikasikan hubungan antara laba akuntansi dan arus kas.
3. Menyediakan informasi mengenai kualitas laba.
4. Meningkatkan perbandingan dari informasi dalam laporan keuangan.
5. Bantuan dalam menilai fleksibilitas dan likuiditas.
6. Mewakili dalam prediksi arus kas masa depan.

· SFAS No. 95 (1987) Statement of Cash Flow
o FASB mewajibkan SCF (SCF merupakan kewajiban). Sehingga SCFP tidak digunakan lagi. Hal ini menunjukkan bahwa FASB tertarik pada pelaporan dengan cash basis sebagai tambahan penting dari laporan laba rugi dan neraca berbasis akrual.
o Memperbolehkan untuk memilih antara metode langsung (berkaitan dengan item pada laporan rugi laba/ income statement) atau tidak langsung (diawali dengan accrual income lalu disesuaikan dengan item non kas)
o Terdiri dari tiga bagian:
1. Arus kas dari aktivitas operasi
2. Arus kas dari aktivitas investasi
3. Arus kas dari aktivitas pendanaan
o Masalah klasifikasi
§ Berkaitan dengan sudut pandang proprietary, bunga dan dividen diklasifikasikan sebagai item operasi, tidak sejalan/konsisten dengan literature keuangan yang memperlakukan dividen sebagai item investasi dan bunga sebagai item pendanaan
§ IAS No. 7 dari IASB memperbolehkan/memiliki aturan yang fleksibel sehingga dividend dan bunga dapat diklasifikasikan sebagai item operasi, investasi maupun pendanaan selama klasifikasi itu konsisten dari waktu ke waktu.
§ Premi dan diskon pada obligasi dan wesel diperlakukan sebagai penyesuaian bunga/ interest (aktivitas operasi)
· Manfaat SCF untuk menganalisis
o Berguna untuk mngidentifikasi dan menganalisis perilaku dari income dan arus kas perusahaan.
o SCF lebih sedikit dimanipulasi dari pada laporan rugi laba berkaitan dengan batasan dari laporan rugi laba (income statement) :
§ Akrual
§ Beberapa alokasi kos arbitrary (sekehendak/sesuai keinginan pembuat)
§ Beberapa pilihan arbitrary terkait metode akuntansi, seperti SFAS No. 95 yang mempengaruhi perilaku perusahaan. Berkaitan dengan kefleksibelan dalam klasifikasi item antara operasi, investasi atau pendanaan. Beberapa perusahaan “meningkatkan” pelaporan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggeser arus keluar kas pada aktivitas operasi ke aktivitas investasi atau menggeser arus kas masuk dari aktivitas investasi menjadi arus kas masuk pada aktivitas operasi.
o Arus kas dari aktivitas operasi banyak dipertimbangkan sebagai bagian paling penting dari SCF, pandangan ini keliru, SCF secara keseluruhan akan memberikan gambaran keseimbangan arus kas bersih yang dihasilkan oleh perusahaan. Investor yang mengesampingkan satu bagian dari SCF atau lebih merupakan tindakan yang berbahaya atau beresiko.
o Kebijakan investasi merupakan bagian yang bergantung pada prediksi arus kas untuk pelaksanaan keputusan penganggaran modal.
§ Mendukung estimasi dari nilai interinsik (Warren Buffet).
§ Mendukung pengukuran dari arus kas bebas

· Penelitian arus kas dan dana (cash and fund flow)
o Lawson dan Lee memprovokasi: Likuiditas sebagai bagian terpisah dari performa perusahaan. Arus kas dan laba bersih merupakan hasil dari aktivitas entitas. Laba merupakan hal yang abstrak, sementara kas merupakan sumber daya yang nyata. Arus kas perusahaan adalah turunan yang pokok/akhir dari nilai perusahaan, bukan penghasilan akuntansi secara akrual.
o Beberapa penelitian empiris pasar modal menunjukkan hasil:
§ Data arus kas digunakan untuk analisis investati namun analisis profitabilitas konvensional tetap mendominasi atas fokus likuiditas atas arus kas atau dana.
§ Pentingnya data arus dana meningkat sementara data akrual menurun.
§ Arus kas memiliki peran penting dan perannya meningkat dalam menilai performa serta prospek perusahaan secara keseluruhan.
o Kesepakatan yang ada: secara bersama-sama data arus kas dan data fund flow menjadi lebih berguna/bermanfaat dibandingkan mereka secara sendiri-sendiri. SCF merupakan pelengkap ataupun sebaliknya.

· Ruang untuk meningkatkan SCF
o Penyesuaian yang rumit dibutuhkan dalam metode tidak langsung menyulitkan pembaca untuk memahaminya dan menyediakan jalan yang lebih banyak bagi manajer untuk memanipulasi SCF jika dibandingkan dengan pilihan metode langsung..
o Berkaitan dengan kebolehan dan kefleksibelan dalam pemilihan metode antara metode langsung dan tidak langsung, rekonsiliasi laba bersih ke arus kas operasi pada bagian aktivitas operasi menjadi perlu/kebutuhan.
o Schedule tambahan yang menunjukkan transaksi arus non-kas yang berpengaruh pada akun modal kerja merupakan hal yang bermanfaat.

Referensi:
Wolk, Harry I. Dodd, James L. dan Rozycki, John J. 2013. Accounting Theory 8th edition. United States of America: SAGE Publications, Inc.